Jumat, 28 Desember 2012

RAMAYANA PRAMBANAN BALLET
The Greatest Classic of South East Asia in a uniquely Indonesia Ballet Performance

Enjoy Ramayana ballet, the legend of Prambanan when history comes to life,
presented by more than 150 artists at its original place.


SHOW TIME


Performed Every Tuesday, Thursday and Saturday night at 7.30 - 9.30 pm.  A 120 minutes show, with 15 minutes intermission, you are strongly advised to be seated 15 minutes before the performance start time.


SHOW DATE
---2013---

CLOSED THEATRE [TRIMURTI STAGE]


JANUARY 1 3 5 8 10 12 15 17 19 22 24 26 29 31
FEBRUARY 2 5 7 9 12 14 16 19 21 23 26 28
MARCH 2 5 7 9 12 14 16 19 21 23 26 28 30
APRIL 2 4 6 9 11 13 16 18 20 23 25 27 30
NOVEMBER 2 5 7 9 12 14 16 19 21 23 26 28 30
DECEMBER 3 5 7 10 12 14 17 19 21 24 26 28 30

OPEN AIR THEATRE


MAY 2 4 7 9 11 14 16 18 21 23 24 25 26 27 28 30
JUNE 1 4 5 6 8 11 12 13 15 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 29
JULY 2 4 6 9 11 13 16 18 19 20 21 22 23 25 27 30
AUGUST 1 3 6 7 8 10 13 14 15 17 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29
SEPTEMBER 3 5 7 10 12 14 17 19 20 21 22 23 24 26 28
OCTOBER 1 3 5 8 10 12 15 17 18 19 20 21 22 24 26 29 31

First Episode : The Lost of Dewi Shinta | Second Episode: Hanoman the Messenger |
Third Episode: The Death of Kumbakarna | Fourth Episode: The Holy Fire of Dewi Shinta

OPEN AIR THEATRE

CLASS PRICE FACILITIES SEAT
VIP  IDR 350.000 Soft drink,Souvenir, Snack 64
SPECIAL IDR 200.000 Soft drink 130
1ST CLASS IDR 150.000  - 268
2ND CLASS IDR 100.000  - 640

CLOSED THEATRE [TRIMURTI STAGE

CLASS PRICE FACILITIES SEAT
SPECIAL IDR 200.000 Soft drink 52
1ST CLASS IDR 150.000  - 118
2ND CLASS IDR 100.000  - 160


For further information please drop the line to this email: 
eddy_tetuko@yahoo.com. eddytssp@borobudurpark.co.id
T.+62 878 75702873 

Selasa, 12 Juni 2012

MAHAKARYA BOROBUDUR
WHEN HISTORY COMES TO LIFE.
PERFORMED ON JUNE 16, 2012 
AT ABKSOBYA PARK, BOROBUDUR, CENTRAL JAVA, 
INDONESIA.
FOR FURTHER INFORMATION PLEASE CONTACT:
PANJALU T&T
panjalujayati@gmail.com
or direct call: +62 8122731739

Senin, 11 Juni 2012

Preserved the tradition of Indonesia's Javanese culture heritages


The Ramayana Ballet in Prambanan Temple differs from the original Indian epic and it beautifully reflects the adaptation to Javanese sensitivities over the years.
The Ramayana ballet uses performing arts for story telling, is  beautiful combination of art, drama & dance.
The artists perform rigorous training to perform best during the course of the event. The Ramayana Ballet performed in Prambanan Temple is basically a folklore version of the Rama involving the community surrounding.
In this drama different cycle of the life of Rama is shown beautifully, almost +/-200 dancers take part in these shows with full enthusiasm.

Sabtu, 09 Juni 2012

MUSEUM LAYANG-LAYANG
KITE MUSEUM


Museum layang-layang Indonesia memiliki berbagai koleksi dari seluruh pelosok Nusantara dan mancanegara, termasuk layang-layang tradisional dan modern. Mulai dari layang-layang miniatur yang berukuran dua centimeter, hingga yang berukuran besar. Bahkan Museum ini memiliki beberapa layang-layang berukuran raksasa terbesar ditanah air seperti ‘Megaray’ berukuran 9x26 meter yang dapat disewakan untuk kegiatan eksibisi.

Layang-layang dipergunakan sebagai sarana rekreasi, ritual, olahraga, photography udara dan penelitian ilmiah. Untuk kebutuhan edukasi museum ini memberikan jasa pelatihan dan telah menjalain kerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional. Selain itu kami juga memproduksi berbagai jenis layang-layang dan menerima pesanan khusus, menyediakan jasa dekorasi dan organiser kegiatan layang-layang dengan pengalaman mengikuti berbagai festival layang-layang didalam dan luar negeri.

Kite Museum of Indonesia owns a collection of kites from regions of Indonesia and other countries including traditional and modern kites. From miniature kite, that measures only two centimeter wide to large kites. Furthermore, The museum also own several several giants kites, the largest in the country, such as the “Megaray” that measures 9 by 26 meters that can be rented for exhibition purpose.



Kites are utilize as an instrument for recreational purpose, religious ritual, sporting, activity, aerial photography and scientific research. The museum offering kite workshop for educational purpose. For this reason the museum have established a relationship with the department of National Education. Additionally the museum produced a variety of kites and special order, decoration service and organize kiting activities based on experienced from attending numerous domestic and international kite festival.

Waktu buka Museum:

Waktu & Harga
Visiting Hours:

Senin s.d Minggu
09:00 – 17:00 WIB
Monday to Sunday

Kecuali hari Libur Nasional
Except national Holiday



Tiket Masuk:

Entrance Ticket:
Usia 3 th keatas
Rp. 10.000,-    
3 years old and up
Termasuk:

Include:
Pemutaran Video

Wacthing Video
Melihat Musuem

Touring Museum
Membuat layang-layang Paperfold

paperfold kite making



Membuat:


Layang-layang Diamond
Rp. 12.500

Diamond Kite
Keramik
Batik(min.10pcs)
Rp. 50.000,-
Rp. 40.000,-
Ceramic
(Min.10pcs) Batik
Melukis:

Painting:
Layang-layang (Polyster Besar)
Rp. 45.000,-

Polyster Kite (Big)
Layang-layang (Polyster kecil)           
Rp. 35.000,-
Polyster Kite (small)
Payung
Rp. 50.000,-
Umbrella
Keramik
Rp. 45.000,-
Ceramic
T-Shirt
Rp. 50.000,-
T-Shirt
Wayang
Rp. 50.000,-
Traditional Pupet

Address:
Jl.Kamang No.38
Pondok Labu, jakarta 12450
Telp. 62-21-7658075
62-21-7505112
Fax.62-2175904863

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan hubungi:
Yanuar Firmansyah
Head of Sales & Marketing



Selasa, 06 Maret 2012

MENYELAMATKAN LINGKUNGAN DENGAN NATA DECACAO

Perkebunan kakao bisa menambah pendapatan dengan menyelenggarakan agrowisata, seperti perkebunan teh yang menawarkan acara Tea Walk bagi masyarakat di luar   perkebunan. Sudah sejak lama, perkebunan teh yang menyelenggarakan agrowisata semacam itu meraih sukses besar. Udara segar di kebun teh membuat para wisatawan benar-benar betah menikmati selingan hidup di lingkungan hijau yang segar, setelah berhari­ hari super sibuk  di  tempat  kerja yang  membosankan, dengan segala kesemrawutan lalu lintas kota sumpek.

Apakah perkebunan kakao bisa  menyelenggarakan agrowisata seperti itu, yang letaknya juga di lereng-lereng gunung seperti kebun­kebun  teh? Bisa, kalau dibenahi dulu!
Di Jawa  ada  sejumlah  perkebunan kakao yang  potensial menawarkan  lingkungan kebunnya sebagai  objek agrowisata.  Misalnya, perkebunan   Jatironggo, Getas, dan  Kedondong di Jawa Tengah, dan perkebunan Pasirmuncang dan Siluwok-Sawangan di Jawa Barat.

Mengapa  perlu  dibenahi? Soalnya, sering tercium bau kurang sedap di perkebunan itu. Bau berasal dari lendir biji kakao yang sedang  di fermentasikan. Lendir yang dihasilkan oleh biji kakao sebanyak satu ton bisa mencapai 101 dalam semalam dan baunya tidak ketolongan. Sialnya, oleh perkebunan yang tidak peduli lingkungan, cairan ini dibiarkan  begitu saja.  Kalaupun ada yang  membuangnya, cuma dibuang  ke selokan yang  menuju ke saluran  pembuangan  dalam perkebunan  itu  juga.
Sejumlah  peneliti di  Pusat  Penelitian  Bioteknologi Perkebunan, beberapa  waktu yang lalu berhasil mencarikan jalan keluar. Cairan yang keluar dari peti fermentasi biji kakao itu ditampung dengan lembaran  plastik yang dibentangkan dan dibentuk menjadi semacam kolam di  kolong deretan  peti fermentasi. Cairan  yang  tertampung bukannya dibuang  ke selokan yang  menuju ke saluran pembuangan dalam  perkebunan (kalau begitu caranya,  pencemaran  lingkungan cuma dipindah tempat saja), tetapi diolah menjadi nata.

Mencontoh perlakuan  serupa terhadap air kelapa dan limbah tahu yang diolah menjadi nata de coco dan nata de tahu, maka nata de cacao hasil limbah perkebunan  kakao bisa dicoba.
Cairan itu disaring dulu dengan kain bersih, lalu air saringannya diencerkan dengan air bersih, sehingga warna yang semula kuning kecoklatan menjadi putih bersih. Air ini direbus sampai mendidih dan dibiarkan selama  lima menit.
Diperlukan gula  50 gil agar  bakteri pembentuk  nata bisa tumbuh. Lalu perlu ditambahkan urea 1.5 gil dan  kaliumdihidrogenfosfat dan magnesiumsulfat. masing-masing 1  gil.
Setelah didinginkan, ke dalamnya dimasukkan cairan bibit bakteri Acetobacter xylinum seperti yang dipakai untuk membuat nata de coco itu, sebanyak 150 cell air saringan lendir kakao. Sesudah  14 hari, hasilnya berupa nata bisa dipanen.

Dengan  ini ada tiga  hasil  yang  diperoleh. Lingkungan  perkebunan bebas bau dan segar kembali,  nata  de cacao bisa dijual sebagai  penghasilan  tambahan (dijual lewat  toko koperasi dan pengusaha kecil),  dan  lingkungan bisa dijual sebagai  objek agro wisata  (lewat biro-biro  wisata)  di kota-kota nasional dan internasional. (Khairul Amri)

Sumber: Intisari Agustus 1998 – Halaman Hijau – hal.126-127.

Kamis, 01 Maret 2012

SENDRATARI RAMAYANA PRAMBANAN
KALENDER PERTUNJUKAN 2012
Panggung Terbuka (Open Air)
Prambanan - Yogyakarta T.62-274-496408.
Mei - Oktober
Pk.19.30 - 21.30



-------------------------------------------------------------------------------------------------------

BULAN TANGGAL PERTUNJUKAN
MEI 1 3 4 5 6 7 8 10 12 15 17 19 22 24 26 29 31
JUNI 1 2 3 4 5 6 7 9 12 13 14 16 19 20 21 23 26 27 28
JULI 3 5 6 7 8 9 10 12 14 17 19 21 24 26 28 31
AGUSTUS 2 3 4 5 6 7 9 11 14 16 18 21 22 23 25 28 29 30 31
SEPTEMBER 1 2 3 4 5 6 8 11 12 13 15 18 19 20 22 25 26 27 29
OKTOBER 2 4 5 6 7 8 9 11 13 16 18 20 23 25 27 30
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Episode 1: Hilangnya Dewi Sinta; E2: Hanoman Obong; E3:Kumbokarno Gugur; E4:Api Suci Shinta

Panggung Tertutup (Trimurti Stage)

BULAN TANGGAL PERTUNJUKAN
JANUARI 3 5 7 10 12 14 17 19 21 24 26 28 31
FEBRUARI 2 4 7 9 11 14 16 18 21 23 25 28
MARET 1 3 6 8 10 13 15 17 20 22 25 24 27 29 31
APRIL 3 5 7 10 12 14 17 19 21 24 26 28
NOVEMBER 1 3 6 8 10 13 15 17 20 22 24 27 29
DESEMBER 1 4 6 8 11 13 15 18 20 22 25 27 29